10 titah dalam bahasa batak
A Ejaan Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini adalah ejaan bahasa Indonesia yang didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. B. Bentuk Susunan Kamus Susunan kada dasar (lema) dan kata turunan (sublema) Kamus Bahasa Indonesia disusun seperti berikut. 1.
Kata’mengaku’ dalam 1Yoh. 1:9 dalam bahasa aslinya adalah ’homologeo’ yang secara harfiah berarti: ”mengatakan hal yang sama atau berkata terus terang” dan pengakuan di sini bukan pengakuan lisan saja, tetapi mencakup tindakan meninggalkan (dosa).
Katakudengan nada sedikit tinggi pada anak itu, Setelah kurebut benda itu dari tangannya ternyata sebatang rokok dengan bacaan DJARUM COKLAT tengah ia hisap dengan nikmatnya, bukan dibelikan buku atau pun bersedekah dan menabung, tapi membeli sebatang rokok serta berniat bolos dari sekolah pula. Padahal orang tuanya menitipkan harapan besar
diperdagangkan seperti buletin gerejawi, tata ibadat, plakat, klise film. atau sejenisnya, tidak diperlukan Hak Cipta, tetapi singkatan VMD harus. tampak pada akhir setiap kutipan. Kutipan/cetak ulang yang lebih dari 1.000 ayat atau lebih 50% dari karangan. yang di dalamnya kutipan itu terdapat, atau dibutuhkan izin lainnya, harus.
MARGAHAJI Sejarah Kerajaan Saka Aji, Marga Haji , Haji Sakti pernah dibukukan oleh pangeran tambuh martabaya IV kira-kira dalam tahun 1815. Buku ini sengaja dibuat dengan lembaran berkulitkan emas, warna kuning emas Adalah lambang tuhan yang maha esa, tercantum dalam warna pakaian Sang Hyang Rakian Sakti/ pangeran Aria Negara Pada masa perang bilah-bilah
Keisya Levronka Tak Ingin Usai Chord. Dasa Titah Sepuluh Perintah Tuhan dalam versi bahasa Indonesia sesuai katekhismus Huria Kristen Batak Protestan HKBP. Titah Pertama Akulah Tuhan Allahmu, seru Tuhan kita. Tidak boleh ada allah lain, kecuali Aku. Maksudnya adalah Kita harus lebih takut, lebih kasih dan lebih yakin dan percaya terhadap Allah, dari pada terhadap segala-galanya. Titah Kedua Jangan perbuat bagimu patung yang menyerupai apapun, yang ada di langit, atau yang ada di bumi, atau yang ada di dalam air untuk disembah atau bertakwa kepadanya. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan bersembah sujud kepada allah lain atau meminta kehidupan dari padanya, dan jangan memanggil roh-roh atau berkeyakinan kepada tenungan-tenungan dukun, dan jangan yakin kepada benda-benda bermana sakti.Titah Ketiga Jangan menyebut nama Tuhan Allah dengan sembarangan, karena Allah akan menghukum orang yang menyalah-gunakan namaNya. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan mengutuki, mengumpat, memakai guna-guna, berbohong, menipu dengan memakai nama Allah; sebab hanya dalam penderitaan, kesusahan dan di dalam doa serta pujianlah kita layak menyebut nama Tuhan Allah. Titah Keempat Ingat dan sucikanlah hari yang dikuduskan itu. Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam enam hari; tetapi pada hari yang ketujuh ialah Sabat bagi Allah Tuhanmu. Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu, juga anakmu laki-laki atau perempuan, pembantumu laki-laki atau perempuan, ternakmu atau orang lain yang berada di tempat kediamanmu. Sebab Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya di dalam enam hari. Kemudian Ia beristirahat pada hari yang ketujuh. Itulah sebabnya Allah memberkati hari itu dan menguduskannya. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan menganggap rendah akan ajaran dan Firman Allah; hendaklah kita menganggap itu kudus, dan hendaklah kita tekun mendengar dan mempelajarinya dengan gembira. Titah Kelima Hormatilah Bapa dan Ibumu agar engkau berbahagia dan lanjut umurmu di bumi yang diberikan Allah kepadamu. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita bersikap remeh terhadap orangtua kita, terhadap pemerintah dan terhadap orang yang lebih tua. Jangan kita menimbulkan kemarahan mereka, tetapi hendaklah kita selalu menghormati dan mengasihi mereka, menuruti dan menyelami jiwa mereka, serta senantiasa berbuat baik kepada mereka. Titah keenam Jangan engkau membunuh! Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mengancam kehidupan tetangga kita sesama maupun mendatangkan bahaya kepadanya, melainkan kita harus bersahabat dan membantu kebutuhan hidup mereka. Titah Ketujuh Jangan engkau berzinah! Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu kita harus senantiasa hidup suci dan bersih dan bersikap sopan dalam kata dan perbuatan. Orang yang telah berumah tangga harus setia dan saling mencintai. Titah Kedelapan Jangan engkau mencuri Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mencuri uang atau harta sesama manusia, atau mempergunakan tipu daya menjatuhkan usaha dan niaga sesama manusia untuk kepentingan kita. Kita harus membantu memajukan usaha mereka serta memeliharanya. Titah Kesembilan Jangan engkau berdusta! Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mendustai, mengkhianati, menfitnah, maupun bersaksi palsu serta merendahkan martabat sesama manusia. Kita harus saling melindungi dan menyatakan hal-hal yang baik saja mengenai sesama manusia apabila belum nyata dan jelas diketahui kesalahannya. Titah Kesepuluh Jangan engkau mendambakan akan rumah sesamamu. Jangan engkau mendambakan akan istrinya, atau pembantunya laki-laki maupun perempuan, ternaknya atau segala sesuatu milik mereka. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mempergunakan tipu daya untuk memiliki harta sesama manusia serta harta warisannya. Kita harus membantu mereka memelihara hartanya. Dan jangan kita menghasut, baik istri maupun pembantunya dan menipu ternaknya. Kita patut menasehati mereka serta membujuknya agar tetap cinta dan setia kepada tugasnya.
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita Yang di... Hata Haporseaon / Pengakuan Iman Rasuli Versi Bahasa Batak Toba. Ahu porsea di Debata Jahowa , I do Ama pargogo na so hatudosan, na tumomp... Sepuluh Titah / Hukum Tuhan Sepuluh perintah Allah, sebagai Allah berikan kepada Musa di Gunung Sinai. Versi Bahasa Batak Toba Vers... Gereja HKBP Banda Aceh Mulia Kabupaten Aceh Besar Banda Aceh 23231, Indonesia Profil Lengkap. HURIA KRISTEN... . Ada orang bule Australia datang ke Pulau Samosir, dan bertanya kepada seorang pendeta HKBP. Bule "Kenapa pendeta kalau berk... - Dalam Adat Batak, Khususnya Batak Toba jika Anaknya Lahir baik Boawa laki-Laki atau Boru Perempuan akan dilaksanakan Syukur... Bukan hanya orang Batak saja yang punya silsilah, dari jaman Tuhan Yesus juga sudah dikenal istilah silsilah atau garis keturunan, Berarti o... Tuhan itu Maha Besar, Maha Kasih dan Maha Segalanya. Sebenarnya Tuhan sangat penyayang dan penolong. Tuhan menolong kita umatnya ... Resort Hataran Jawa Jawa, Desa Marubun, Jawa, Simalungun Pendeta Resprt Manullang, STh HKBP - HURIA ... Senam Pagi Senam Kesehatan Lansia HKBP Tebingtinggi Jln Kartini. Senam mengatasi Diabetes, asam urat dan Struk. Senam ini diadak...
Sepuluh Perintah Allah Nama lain Kesepuluh Firman, Dasa Titah Titah Pertama Akulah Tuhan Allahmu, seru Tuhan kita. Tidak boleh ada allah lain, kecuali Aku. Maksudnya adalah Kita harus lebih takut, lebih kasih dan lebih yakin dan percaya terhadap Allah, dari pada terhadap segala-galanya. Titah Kedua Jangan perbuat bagimu patung yang menyerupai apapun, yang ada di langit, atau yang ada di bumi, atau yang ada di dalam air untuk disembah atau bertakwa kepadanya. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan bersembah sujud kepada Allah lain atau meminta kehidupan dari padanya, dan jangan memanggil roh-roh atau berkeyakinan kepada tenungan-tenungan dukun, dan jangan yakin kepada benda-benda bermana sakti. Titah Ketiga Jangan menyebut nama Tuhan Allah dengan sembarangan, karena Allah akan menghukum orang yang menyalah-gunakan namaNya. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan mengutuki, mengumpat, memakai guna-guna, berbohong, menipu dengan memakai nama Allah; sebab hanya dalam penderitaan, kesusahan dan di dalam doa serta pujianlah kita layak menyebut nama Tuhan Allah. Titah Keempat Ingat dan sucikanlah hari yang dikuduskan itu. Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam enam hari; tetapi pada hari yang ketujuh ialah Sabat bagi Allah Tuhanmu. Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu, juga anakmu laki-laki atau perempuan, pembantumu laki-laki atau perempuan, ternakmu atau orang lain yang berada di tempat kediamanmu. Sebab Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya di dalam enam hari. KemudianIa beristirahat pada hari yang ketujuh. Itulah sebabnya Allah memberkati hari itu dan menguduskannya. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan menganggap rendah akan ajaran dan Firman Allah; hendaklah kita menganggap itu kudus, dan hendaklah kita tekun mendengar dan mempelajarinya dengan gembira. Titah Kelima Hormatilah Bapa dan Ibumu agar engkau berbahagia dan lanjut umurmu di bumi yang diberikan Allah kepadamu. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita bersikap remeh terhadap orangtua kita, terhadap pemerintah dan terhadap orang yang lebih tua. Jangan kita menimbulkan kemarahan mereka, tetapi hendaklah kita selalu menghormati dan mengasihi mereka, menuruti dan menyelami jiwa mereka, serta senantiasa berbuat baik kepada mereka. Titah keenam Jangan engkau membunuh! Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mengancam kehidupan tentangga kita sesama maupun mendatangkan bahaya kepadanya, melainkan kita harus bersahabat dan membantu kebutuhan hidup mereka. Titah Ketujuh Jangan engkau berzinah! Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu kita harus senantiasa hidup suci dan bersih dan bersikap sopan dalam kata dan perbuatan. Orang yang telah berumahtangga harus setia dan saling mencintai. Titah Kedelapan Jangan engkau mencuri! Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mencuri uang atau harta sesama manusia, atau mempergunakan tipu daya menjatuhkan usaha dan niaga sesama manusia untuk kepentingan kita. Kita harus membantu memajukan usaha mereka serta memeliharanya. Titah Kesembilan Jangan engkau berdusta! Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mendustai, mengkhianati, menfitnah, maupun bersaksi palsu serta merendahkan martabat sesama manusia. Kita harus saling melindungi dan menyatakan hal-hal yang baik saja emngenai sesama manusia apabila belum nyata dan jelas diketahui kesalahannya. Titah Kesepuluh Jangan engkau mendambakan akan rumah sesamamu. Jangan engkau mendambakan akan istrinya, atau pembantunya laki-laki maupun perempuan, ternaknya atau segala sesuatu milik mereka. Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mempergunakan tipu daya untuk memiliki harta sesama manusia serta harta warisannya. Kita harus membantu mereka memelihara hartanya. Dan jangan kita menghasut, baik istri maupun pembantunya dan menipu ternaknya. Kita patut menasehati mereka serta membujuknya agar tetap cinta dan setia kepada tugasnya. Apakah ketentuan Tuhan Allah akan Dasa TitahNya itu? Demikian Akulah Tuhan Allahmu, Allah pencemburu, yang membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepada turunan yang ketiga dan keempat dari orang yang melanggar titah atau FirmanNya, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu. Maksudnya adalah Allah mengancam akan menghukum segala orang yang melanggar titah atau FirmanNya. Oleh karena itu kita harus takut akan murkaNya dan jangan melanggar titah atau FirmanNya. Ia menjanjikan anugerah kasihNya dan segala yang baik bagi semua orang yang memelihara serta menaati titah atau FirmanNya. Dengan demikian kita harus kasih dan percaya akan Dia dan dengan ikhlas serta gembira melaksanakannya.
Gondang atau Gonrang dalam berbagai acara adat Batak memiliki makna yang cukup luas. Terutama untuk setiap jenis gondang yang dibawakan oleh pemegang alat musik Gondang gendang, Sarune sejenis seruling, Hasapi kecapi dan Ogung gong. Horden Silalahi-Humbahas Dalam tradisinya, Gondang Batak pertama, tercipta untuk sebuah acara ritual pemujaan terhadap Mula Jadi Nabolon sang pencipta yang diyakini memiliki 3 kekuatan besar, yakni Batara Guru, Manggala Bulan dan Debata Sori. Dalam terjemahan kilasnya, Batara Guru adalah sumber kekuatan, Manggala Bulan sebagai sumber rejeki dan berkat, sedangkan Debata Sori adalah sumber sebuah kesucian. Guna menghormati ketiga kekuatan Mula Jadi Nabolon itu, ritual Gondang Sipitu wajib harus digelar terlebih dahulu yang di ikuti dengan acara ritual penyembelihan ternak kerbau dan ayam berbulu putih konon kedua ternak itu juga harus yang terpilih dengan ciri-ciri tertentu. Apa saja Gondang Sipitu itu? Dan mengapa disebut Gondang Sipitu? Berikut masing-masing jenis Gondang Sipitu, yang pertama adalah, Gondang Lae-lae atau elek-elek, yang berarti gondang pertama untuk memohon jin dimulainya acara penghormatan kepada sang maha pencipta. Kemudian, Gondang Sahala Raja. Gondang ini bermakna pengakuan kepada sang pencipta dan segenap ketiga, dalah Gondang Batara Guru, yang artinya pengakuan terhadap sang pencipta yang mempunyai kekuatan yang tidak terbatas dan sebagai penentu atas segala yang ada dalam alam semesta. Selanjutnya, Gondang Debata Sori, gondang ini berarti pengakuan akan kesucian terhadap Mula Jadi Nabolon. Gondang kelima, adalah Gondang Mangala Bulan, yang berarti pengakuan bahwa semua rejeki atau berkat yang diterima oleh manusia bersumber dari Mula Jadi Nabolon. Gondang ke enam, adalah Gondang Mula Jadi Nabolon, yang bermakna bahwa segala sesuatunya adalah kehendak Mula Jadi Nabolon. Gondang ketujuh, adalah Gondang Habonaron, yang berarti, pengakuan atas kesucian dan kejujuran yang ada ditengah-tengah masyarakat. Kemudian, gondang kedelapan adalah Gondang Marnini, yang bermakna, gondang permintaan kepada sang pencipta agar diberi umur panjang dan kemurahan rejeki. Gondang Sibane, atau gondang kesembilan, bermakna simbol sebuah keselamatan. Selanjutnya, Gondang Sitio-tio adalah bermakna kesempurnaan lahir bagi anak laki-laki dan perempuan, dan gondang terakhir adalah Gondang Hasahatan, yang bermakna bahwa, semua yang telah dilaksanakan dalam acara ritual telah sempurna atau dalam bahasa Batak disebut, sahat tu panggabean tu parhorasan. Kesebelas gondang tersebut, disebut Gondang Sipitu, menurut sejumlah sejumlah tokoh adat di Kabupaten Samosir, A Situmorang dan A Limbong, baru-baru ini kepada METRO di Kecamatan Pangururan mengatakan, sebenarnya Gondang Sipitu dibawakan oleh tujuh orang pemegang alat musik Batak gendang, gong, seruling, kecapi-red. Kedua tokoh adat tersebut memaparkan, saat acara ritual itu, banyak rupa-rupa sesajen, persembahan, umpasa perumpamaan dan tor-tor tarian yang digelar. Dan dipenghujung acar ritual sakral itu, dikisahkan, bahwa setiap Parhata pembicara selalu menyampaikan 10 patik titah dalam Adat Batak sebelum masuknya pengaruh agama Kristen dan Islam ke tanah Batak. Kesepuluh titah tersebut adalah, pertama, sukkun mula hata, sise mula umum bertanya sebelum membuka bahan pembicaraan, menyapa dan meneliti sebelum bertindak, kedua, Jonjong adat naso jadi si abaon, peak naso jadi sihosingon adat yang sudah ada tidak jadi diabaikan, dan adat yang sudah dijalankan tidak boleh diasingkan, ketiga, Boni naso jadi si dudaon benih padi untuk bibit tak bisa di giling untuk makanan, ke empat, Parinaan ni manuk naso jadi si seaton induk ayam tak boleh disembelih atau dipotong, kelima, Tuk pe binoto goar ni bao, naso jadi goaran kalaupun kita mengetahui nama besan kita, takkan jadi kita lontarkan kepada orang lain. Ke enam, Elek mar boru, somba mar hula-hula, manat mardongan tubu baik terhadap adik perempuan, kakak dan saudara perempuan bapak, hormat kepada saudara laki-laki, baik dari saudara laki-laki ibu maupun saudara laki-laki dari ibunda kedua orangtua, serta hati-hati dalam kehidupan satu marga, ketujuh, Jempek abor naso boi silangkaan, na ni handang dang rakrasaon, napinarik naso jadi sitolbahon bermakna, jangan mengingkari apa yang sudah diperbuat, Ndada si manuk-manuk sibontar andora, dang sitodo turpuk si ahut lomo ni roha bermakna, himbauan agar tidak berbuat semena-mena terhadap sesama, Pantun hangoluan tois hamagoan, tongka pajolo gogo papudihon umum bermakna, berbuatlah yang baik dan benar, dan jangan mendahulukan kekuatan tanpa menghiraukan hukum yang berlaku, Rahasia naso jadi pabotohonon tu akka ina-ina rahasia jangan diberitahukan kepada kaum ibu-ibu. Lantas, apa saja contoh doa dalam ritual adat Batak itu? berikut contohnya, Sianjur mula-mula, sianjur mula tompa, Parsirangan ni aek, pardomuan ni hosa Mula ni marlundu mula ni marlata, Na untopap pusu-pusu, mula ni onggak marsuara Debata do namamungka, asa horas hita saluhutna, Sude hita martua ala Jesus nunga gabe jolma. * Sumber
Uploaded byLambertha Gultom 75% found this document useful 4 votes11K views1 pageCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document75% found this document useful 4 votes11K views1 page10 Titah Ni NaibataUploaded byLambertha Gultom Full descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial!Continue Reading with Trial
10 titah dalam bahasa batak